Perkembangan internet Indonesia
nampaknya mengarah kepada hal negatif. Menurut Akamai, Indonesia
merupakan sumbernya malware dan serangan hacker pada kuartal kedua tahun
ini.
Seperti dilansir oleh Mashable (16/10), Akamai baru saja merilis
data mengenai trafik serangan internet di dunia pada semester pertama
tahun ini. Hasilnya, Indonesia ternyata menduduki peringkat pertama
sebagai penyumbang serangan hacker terbanyak di dunia.
Nama Indonesia sendiri mampu mengalahkan China dengan angka 38
persen. Padahal, selama ini diketahui lingkungan internet China sangat
tidak sehat karena saking banyaknya hacker gentayangan di sana.
hacker
Indonesia sendiri sebelumnya tidak diperhitungkan mampu meraih
catatan negatif ini. Maklum, sebelumnya serangan hacker Indonesia
'hanya' sebesar 21 persen saja dari total serangan internet di dunia,
kalah dengan China yang memiliki sumbangsih 34 persen.
Dalam daftar 10 besar negara dengan internet tak sehat ini sendiri
Asia Pasifik adalah sumber ancaman besar di Internet. Total serangan
yang dikumpulkan dari Indonesia, China, Amerika Serikat, Rusia, dan
Brasil saja angkanya mencapai 81 persen.
Jumlah serangan sendiri menurut Akamai meningkat sangat tinggi pada
kuartal kedua tahun ini. Tercatat, peningkatannya hingga 82 persen jika
dibandingkan dengan data pada tiga bulan pertama 2013.
Untuk jenis serangan sendiri hacker masih berkutat pada serangan
DDoS atau distributed denial-of-service yang efektif mampu meruntuhkan
server hingga tidak bisa berjalan normal. Namun, skala serangan DDoS
saat ini diketahui lebih besar sehingga mampu membuat kerugian amat
besar.
Sementara itu, serangan paling berbahaya dalam 6 bulan belakangan
ini dicatat oleh Syrian Electronic Army. Menguasai akun Twitter AP
selama beberapa menit, SEA berhasil mengacak-acak pasar saham Wall
Street hingga merugi triliunan rupiah. (Sumber: merdeka.com)


0 Comments