KOMPAS.com - Saat
kepanasan akibat temperatur udara yang meningkat, minuman dingin hampir
selalu jadi penyelamat. Namun para peneliti menemukan, minuman dingin
juga berkaitan dengan risiko obesitas dan diabetes, sekalipun itu air
putih dingin.
Menurut sebuah studi baru, minuman dingin dapat
mengurangi sensitivitas indera pengecap menusia untuk rasa manis.
Artinya, meski minuman sudah manis, peminum minuman dingin belum
merasakan manisnya sehingga cenderung untuk minum dalam jumlah yang
berlebihan. Selain itu, minum minuman manis juga memicu untuk ingin
makan makanan manis.
Dalam mendapat kesimpulan tersebut, para
peneliti melakukan percobaan terhadap sejumlah relawan yang diberikan
minuman dalam beberapa temperatur. Setelahnya, relawan diminta untuk
makan cokelat manis dan keju cheddar.
Hasilnya, semakin
dingin minuman yang diminum maka semakin berkurang intensitas rasa dari
cokelat. Hal ini yang membuat orang cenderung tidak menikmati cokelat
setelah minum minuman manis. Namun hasil tersebut tidak berlaku untuk
keju, temperatur minuman tidak memiliki efek pada rasa keju.
Para
peneliti asal University of Arkansas Amerika Serikat percaya, minuman
dingin dapat mengurangi sensitivitas indera pengecap. "Konsumsi air atau
soda yang dingin mengurangi sensitivitas indera pengecap terhadap
rangsangan rasa manis yang meningkatkan keinginan untuk makan makanan
manis," ujar mereka.
Sementara itu, menurut anjuran baru dari
WHO, orang dewasa perlu mengurangi asupan gula dalam diet mereka hingga
separuhnya. Para pakar berpendapat, mengurangi batasan gula hingga
setengahnya (dari 10 sendok teh menjadi lima) bermanfaat dalam
menurunkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan membusukan gigi.
Philip
James, presiden International Association for Study of Obesity di WHO
mengatakan, selain konsumen, industri makanan pun perlu mengurangi
kandungan gula pada produk-peroduk mereka. WHO menganjurkan untuk
mengurangi gula tambahan dalam produk, kecuali rasa manis alami yang
berasal dari buah atau tepung, sebesar 10 persen.
Profesor
Shiranth Reddy, kardiolog dari Harvard School of Public Health mengamini
anjuran tersebut. "Banyak bukti yang menunjukkan minuman manis dan
konsumsi gula berkaitan dengan obesitas, diabetes, dan bahkan penyakit
jantung," ujarnya.
Sumber: http://health.kompas.com/read/2013/12/30/1224474/Minum.Es.Picu.Obesitas.dan.Diabetes.



0 Comments