Jakarta - Masyarakat dunia termasuk pula masyarakat Indonesia diimbau untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kampanye global earth hour dengan cara mematikan lampu selama satu jam.
Upaya ini sebagai bentuk kampanye global untuk penyelamatan lingkungan dan bumi.
Aksi "Earth hour" atau mematikan lampu selama satu jam dilakukan pada Sabtu (29/3) pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
Kampanye dalam kegelapan selama satu jam, yang dimulai sejak tahun 2007 secara global dan di Indonesia sendiri baru dimulai tahun 2009, akan diikuti 34 kota. Jumlah ini pun bertambah setelah tahun 2013 hanya 31 kota yang ikut serta.
Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia Nyoman Iswarayoga pun berharap sektor bisnis, swasta dan masyarakat mendukung aksi ini. Meningkatnya jumlah peserta aksi global ini diapresiasi dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
"Aksi ini pun diharapkan memiliki keberlanjutan dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup. Seperti mengurangi penggunaaan plastik, produk ramah lingkungan," katanya di Jakarta, Jumat (28/3) malam.
Kesadaran-kesadaran kecil ini harapnya bisa menggugah kesadaran dan perubahan yang lebih besar.
Sejak tahun 2007 ketika 2,2 juta orang ikut serta dalam earth hour pertama di Sydney, Australia, earth hour menjadi gerakan bersama di lebih dari 7.000 kota di 152 negara dengan ratusan juta peserta di tujuh benua.
Aksi jam bumi bukan hanya kampanye yang acaranya dirayakan tahunan, tapi gerakan terus menerus yang memicu aksi nyata dalam mengubah keberlangsungan hidup kita di bumi.
Dalam perkembangannya, sudah banyak aksi dilakukan sebagai tindak lanjut "Earth Hour "selain penghargaan aksi untuk bumi, seperti penanaman pohon di DAS Ciliwung dan mangrove di pesisir
Laut Jawa dan Aceh melalui program NEWtrees dan mybabytree.org dan pembangunan mikrohidro di Desa Harowu Kalimantan Tengah.
Menjelang akhir Maret setiap tahun, "earth hour" yang merupakan kampanye inisiasi publik, menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik yang sedang tidak dipakai selama satu jam.
Logo EARTH HOUR '60+' menunjukkan 60 menit mematikan lampu di "Earth Hour" sebagai awal aksi gaya hidup hemat energi. Tanda '+' menunjukkan komitmen untuk bersama-sama mulai melakukan gaya hidup hemat energi. -
Earth hour bertujuan untuk mendorong individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan yang saling berhubungan untuk menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan.
Dimulai dengan langkah awal semudah mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai sebagai komitmen hemat energi untuk bumi, dan juga merupakan momentum menampilkan kepada dunia tentang perilaku hemat energi yang sudah dilakukan.
Sumber: http://www.beritasatu.com/kesra/174597-malam-ini-earth-hour-serentak-digelar-pukul-2030-wib.html



0 Comments