Owi/Butet saat juarai All England tahun lalu.
BIRMINGHAM – Sejarah baru tercipta bagi Indonesia di pentas All England.
Adalah Ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
yang sukses merebut hatrrick gelar juara di salah satu ajang paling
bergengsi di dunia.
Owi/Butet, begitu mereka akrab disapa tampil gemilang pada partai puncak di National Indoor Stadium, Birmingham, Inggris, Senin (10/3/2014) dini hari WIB. Duet ganda campuran terbaik China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dilibas dengan dua game langsung, 21-13 dan 21-17.
Duel dua ganda campuran terbaik dunia ini, langsung menyuguhkan permainan menarik. Permainan berkelas dengan tempo yang tinggi jadi pemandangan yang membuat seisi publik National Indoor Stadium, bergemuruh.
Fans Indonesia yang didominasi para pelajar yang tengah menimba ilmu di negeri Ratu Elizabeth sangat kompak memberikan dukungan. Teriakan mereka membuat Owi/Butet merasa bermain seperti di kandang sendiri.
Sempat bertarung ketat hingga skor 6-6, Zhang/Zhao sempat meninggalkan perolehan poin menjadi 9-6. Namun, hal tersebut tak menyurutkan mental bermain Owi/Butet.
Perlahan tapi pasti mereka sukses mengejar defisit poin, bahkan berbalik unggul 14-12 dan terus memimpin perolehan poin untuk merebut game pertama.
Di game kedua, Owi/Butet tak ingin kehilangan momentum. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan. Pasangan peringkat dua dunia ini selalu memimpin perolehan poin atas Zhang/Zhao yang menempati peringkat satu dunia.
Pertandingan sempat memanas ketika poin 20-15 untuk Owi dan Butet, di mana keduanya gagal menyeberangkan shuttle-cock karena terlalu terburu-buru. Zhang/Zhao pun mulai membuka asa dengan kedudukan 17-20. Namun, perjuangan dua ganda campuran terbaik dunia itu akhirnya harus pupus setelah pengembalian Zhang Nan menyangkut di net.
Sukses ini menjadi yang ketiga secara beruntun buat Owi dan Butet yang sebelumnya juga jadi rajai di All England tahun 2012 dan 2013. Hattrick juara ini sekaligus jadi sejarah baru buat Indonesia di nomor ganda campuran.
Dalam wawancara singkat usai pertandingan, baik Owi dan Butet memberikan apresiasi besar untuk fans yang memberikan dukungan yang cukup meriah.
“Saya senang sekali, ini gelar ketiga. Saya berterima kasih kepada suporter di sini,” ujar Tontowi.
“Terima kasih suporter, luar biasa. Ini menambah semangat untuk kita di lapangan,” timpalnya.
Owi/Butet, begitu mereka akrab disapa tampil gemilang pada partai puncak di National Indoor Stadium, Birmingham, Inggris, Senin (10/3/2014) dini hari WIB. Duet ganda campuran terbaik China, Zhang Nan/Zhao Yunlei dilibas dengan dua game langsung, 21-13 dan 21-17.
Duel dua ganda campuran terbaik dunia ini, langsung menyuguhkan permainan menarik. Permainan berkelas dengan tempo yang tinggi jadi pemandangan yang membuat seisi publik National Indoor Stadium, bergemuruh.
Fans Indonesia yang didominasi para pelajar yang tengah menimba ilmu di negeri Ratu Elizabeth sangat kompak memberikan dukungan. Teriakan mereka membuat Owi/Butet merasa bermain seperti di kandang sendiri.
Sempat bertarung ketat hingga skor 6-6, Zhang/Zhao sempat meninggalkan perolehan poin menjadi 9-6. Namun, hal tersebut tak menyurutkan mental bermain Owi/Butet.
Perlahan tapi pasti mereka sukses mengejar defisit poin, bahkan berbalik unggul 14-12 dan terus memimpin perolehan poin untuk merebut game pertama.
Di game kedua, Owi/Butet tak ingin kehilangan momentum. Serangan demi serangan terus mereka lancarkan. Pasangan peringkat dua dunia ini selalu memimpin perolehan poin atas Zhang/Zhao yang menempati peringkat satu dunia.
Pertandingan sempat memanas ketika poin 20-15 untuk Owi dan Butet, di mana keduanya gagal menyeberangkan shuttle-cock karena terlalu terburu-buru. Zhang/Zhao pun mulai membuka asa dengan kedudukan 17-20. Namun, perjuangan dua ganda campuran terbaik dunia itu akhirnya harus pupus setelah pengembalian Zhang Nan menyangkut di net.
Sukses ini menjadi yang ketiga secara beruntun buat Owi dan Butet yang sebelumnya juga jadi rajai di All England tahun 2012 dan 2013. Hattrick juara ini sekaligus jadi sejarah baru buat Indonesia di nomor ganda campuran.
Dalam wawancara singkat usai pertandingan, baik Owi dan Butet memberikan apresiasi besar untuk fans yang memberikan dukungan yang cukup meriah.
“Saya senang sekali, ini gelar ketiga. Saya berterima kasih kepada suporter di sini,” ujar Tontowi.
“Terima kasih suporter, luar biasa. Ini menambah semangat untuk kita di lapangan,” timpalnya.
Sumber: http://sports.okezone.com/read/2014/03/10/40/952389/tiga-kali-beruntun-owi-butet-rajai-all-england



0 Comments