BeritaSeharian.com- Apa sebenarnya arti bahagia? Apakah kebahagiaan itu punya limit atau batas? Apakah ketika kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berhenti mencari rasa bahagia? Pertanyaan-pertanyaan tadi sangat sederhana, dan film ini coba menggambarkannya dalam bentuk sebuah biopic tanpa harus kehilangan kemampuan pesan yang ia bawa untuk tampil universal. 3 Nafas Likas, inspirasi sederhana dari Sumatera Utara.
Kisah dalam film ini berlatar beberapa periode waktu, mulai dari era 1930'an hingga ke tahun 2000. Juga melalui beberapa kejadian penting di Indonesia, mulai dari perang kemerdekaan, pergolakan revolusi di era 1960'an, hingga masa kejayaan perekonomian Indonesia. Cerita dalam film ini berlatar di tiga lokasi; tujuh kota di Sumatera Utara, Jakarta, hingga ke Ottawa, Kanada.
Bercerita tentang seorang perempuan istimewa bernama Likas (Atiqah Hasiholan), yang menjalani kehidupan luar biasa. Likas kemudian berhasil meraih berbagai pencapaian dan keberhasilan, karena ia memegang teguh tiga janji yang pernah diucapkannya kepada tiga orang terpenting dalam hidupnya. Janji-janji itulah yang selalu berada di setiap tarikan nafasnya. Nafas yang memberikan ruh dan semangat dalam setiap tindakan, serta keputusannya. Keputusan yang lahir atas janjinya untuk terus berjuang dan berlandaskan kerinduannya akan cinta.
Sebuah kisah yang melontarkan sebuah pertanyaan, Untuk Siapa Kau Bernafas?
3 Nafas Likas merupakan salah satu film di tahun ini yang berhasil menaikkan ekspektasi dari awal. Film ini terasa sangat menarik di bagian awal, semua seperti tertata dalam komposisi yang pas ketika Likas masih kecil, dengan irama yang manis tidak ada yang terasa terbuang percuma di bagian ini. Sedikit mengejutkan karena disamping mencoba membentuk pondasi awal cerita bagian awal dari naskah yang ditulis olehTitien Wattimena ini punya banyak komentar sosial skala kecil yang bukan hanya sukses menggelitik, tapi juga terasa tajam, dari isu merantau hingga kasih sayang keluarga, ada pula permasalahan gender yang pada jaman itu masih sangat kuat, hingga masuk kedalam konflik utama terkait mimpi dengan menggunakan pendidikan sebagai jalannya. Mereka terasa menarik.
Apresiasi layak diberikan pada Rako Prijanto karena mampu menciptakan start yang kuat, terutama pada bagaimana ia membentuk greget pada cerita yang terbangun secara perlahan itu, secara bertahap, dan itu berhasil membuat penonton bukan hanya merasa tertarik pada sosok Likas tapi juga mulai ikut menaruh simpati padanya, seolah ingin mendukungnya, merasa sedih ketika mimpinya terhalangi, dan merasa penasaran pada apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberhasilan bagian ini untuk tampil manis juga tidak lepas dari kemampuan para aktor, dari Arswendi Nasution, Jajang C. Noer, dan tentu saja Tissa Biani Azzahra, tik-tok dialog dan masalah yang mereka tampilkan mengalir dengan lembut, dan disertai dengan sisi teknis terutama pada permainan gambar yang mumpuni. Overall, 3 Nafas Likas adalah film yang cukup memuaskan.
Genre : Drama
Tanggal Rilis Perdana : 16 Oktober 2014
Durasi : 107 min.
Studio : Oreima Pictures
CAST & CREW
Sutradara : Rako Prijanto
Produser : Rihana Jamin Gintings, Reza Hidayat
Penulis Naskah : Titien Watimena
Pemain : Atiqah Hasiholan, Vino G. Bastian, Jajang C. Noer, Tissa Biani Azzahra, Tutie Kirana, Rina Hasyim, Marissa Anita, Mario Irwinsyah, Ernest Samudera, Arswendi Nasution, Anneke Jodi
Media Tawadhu




0 Comments