Beritaseharian.com - Jakarta,
6 Oktober 2016. Auditorium Universitas
Budi Luhur di penuhi oleh kurang lebih 500 Mahasiswa beserta tamu undangan
yang penasaran dengan Young preneur talkshow. Acara kali ini merupakan kerjasama antara Mahasiswa Universitas
Budi Luhur dengan Dagelan yang membuat program
kegiatan Dagelan Goes To Campus (DGTC). Universitas Budi Luhur menjadi Kampus pertama dalam
program DGTC.
Acara
pun tak kalah seru karena di hibur oleh penampilan dari Kamplay Beatbox dan Alika Islamadina.
“Bagus,karena berhasil membawa banyak peserta yang artinya semangat anak-anak UBL
menjadi Young Entrepreneur,
itu besar” komentar Rocky Prasetyo Jati,
M.Si (Dekan FIKOM UBL). Ada lagi komentar dari salah satu peserta yang mengatakan :“ acara
bagus, bermanfaat banget dan banyak hadiahnya. Hehe”
Menjadi kampus pertama yang disinggahi Dagelan, ratusan Mahasiswa Universitas
Budi Luhur memenuhi Auditorium UBL demi bertemu, Giring“Nidji” (Kincir.com),
Danny Syah (Dagelan) dan Nurfadli M (Tahilalats).
Danny Syah (Dagelan): Bekerja Sesuai Passion
Memiliki latar belakang pendidikan yang bertolak belakang dengan profesi
yang kini digeluti tak menjadikan alasan untuk tidak bekerja sesuai passionnya.
Danny misalkan, kuliah di jurusan Vocational Program Finance and Banking
Administration dan sempat bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, akhirnya
memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya. Ia merasa passionnya tak ada
disana dan memilih terjun di dunia social media marketing.
Giring (Kincir.com): Menjadi Digipreneur gak
ada dukanya
Kincir merupakan sebuah media sosial berbasis fans club pertama di
Indonesia yang didirikan oleh musisi Giring “Nidji”. Meski terbilang baru
menjadi Digipreneur, Giring sukses mengenalkan platformnya kepada jutaan fans
club di Indonesia. Menurut Giring, menjadi Digipreneur gak ada dukanya
karena ia selalu belajar hal-hal baru.
Nurfadli (Tahi Lalats): Paksakan Kreatif dan Konsisten!
Jika kamu suka banget mantengin akun komik strip,Tahi Lalats tentu gak
asing lagi dengan sosok Nurfadli. Menurut pria bertahi lalat ini, komik strip
karyanya banyak diambil dari kehidupan teman-teman dan sekitarnya, termasuk
juga kehidupannya. Tak heran jika kini followersnya berjumlah 1.1 Milyar, yang
artinya konten tahi lalats semakin ditunggu oleh penggemarnya. Menanggapi hal
tersebut, Nurfadli mengatakan kreativitas harus dipaksakan dan konsisten
sehingga konten/karya tahi lalats selalu bisa dinikmati oleh penggemarnya.
Panitia Youngpreneur Talkshow
_______________________________________________
Tim Beritaseharian.com
Khairunnisa Dwi Astyatika



0 Comments