VIVAnews - Sekitar 565 rumah di Kota Manado,
Sulawesi Utara hanyut terbawa banjir bandang pada Rabu 15 Januari 2014
lalu. Banjir bandang di Manado terjadi akibat meluapnya Daerah Aliran
Sungai (DAS) Tondano dan DAS Sawangan.
Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang menjelaskan, paska banjir
bandang, pada tahap awal Pemerintah Provinsi sedang mengupayakan
pemberian bantuan-bantuan kepada warga yang berada di pengungsian,
maupun yang memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya.
"Bantuan telah kami salurkan kepada yang membutuhkan. Mulai dari
makanan sampai pakaian. Kemudian bantuan yang paling dibutuhkan adalah
kebutuhan air bersih," kata Sarundajang saat menggelar pertemuan dengan
Wakil Presiden Boediono di Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 21 Januari
2013.
Sementara itu, untuk tahap selanjutnya, menurut Sarundajang,
pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa materi kepada para
korban. Untuk warga yang rumahnya hanyut terbawa aliran sungai akan
diganti sebesar Rp50 juta per unit, rusak berat sebesar Rp35 juta per
unit dan untuk kerusakan sedang akan diganti Rp25 juta per unit.
Kemudian, dia melanjutkan, khusus untuk rumah di bantaran sungai
yang hanyut terbawa arus sungai maka akan dicarikan lokasi baru.
Kemudian lahannya disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan
anggaran pembangunannya disediakan oleh pemerintah pusat.
"Tentunya yang paling banyak di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa.
Untuk rumah hanyut Pemprov akan carikan lokasi dan untuk rusak berat
dan sedang diperbaiki saja," terangnya.
Sementara itu, Wakil Presiden RI, Boediono menuturkan, terkait
masalah hunian tersebut masalah bantuan untuk rumah warga tersebut pola
akan disamakan seperti kejadian melutusnya Gunung Merapi di Yogyakarta.
Menurutnya, terkait masalah hunian tersebut akan dilakukan koordinasi
antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah
Provinsi Sulawesi Utara.
sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/475040-rumah-hanyut-terbawa-banjir-bandang-manado-diganti-rp50-juta



0 Comments