VIVAnews - Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo,
Sumatera Utara, yang terjadi sejak 15 September 2013, telah membuat
lebih dari 20.000 warga mengungsi. Namun Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono baru bisa mengunjungi para pengungsi pada 23 Januari 2014.
Staf
Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief,
menyatakan, demi menemui para pengungsi Sinabung, Presiden membatalkan
kehadiran di Davos, Swiss, untuk menerima "Global Leadership
Statesmanship Award 2014" dalam Forum Ekonomi Dunia. SBY tetap akan
fokus menangani bencana dan persoalan lainnya di Indonesia dan mengutus
Menteri Keuangan Chatib Basri untuk menerima penghargaan di Davos itu
bagi bangsa Indonesia.
"Presiden SBY lusa (23 Januari 2014) akan
mengunjungi pengungsi Sinabung dengan membawa solusi permanen "dampak
letusan Sinabung" yang sesuai aturan dan tidak merugikan warga yang kini
sedang berada di pengungsian," kata Andi dalam siaran persnya, Selasa
21 Januari 2014.
Andi menjelaskan, Presiden harus mengambil
keputusan yang tepat karena menyangkut nasib ribuan penduduk. Presiden
menghitung banyak aspek dan tidak pragmatis.
"Apalagi besar
kemungkinan Gunung Sinabung belum dalam waktu dekat berhenti meletus.
Sementara di pengungsian lebih dari 8.000 kepala keluarga dalam radius 5
kilometer. Di dalamnya ada 921 kepala keluarga yang berada dalam radius
3 kilometer," lanjut Andi.
Soal banjir di beberapa provinsi,
Presiden SBY tetap memberi kewenangan penuh kepada kepala daerah yang
dibantu oleh BNPB. Selain Gubernur Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi
Utara, SBY juga telah berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan,
Jawa Tengah, Bengkulu, dan Jawa Timur yang menyatakan kesiapannya
bersama bupati/ walikota bersama-sama menangani banjir dan bencana lain
yang kemungkinan melanda. (ren)
sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/474974-sby-jenguk-para-korban-sinabung--4-bulan-setelah-letusan-bermula
0 Comments