VIVAnews -
Teka-teki siapa pengganti Gita Wirjawan di Kementerian Perdagangan
sudah terjawab. Presiden Susilo Bambang Yudhono, Rabu 12 Februari
menunjuk Muhammad Luthfi sebagai penggantinya.
Luthfi memang bukan orang baru di pemerintahan. Mantan duta besar Indonesia untuk Jepang itu pernah menjadi kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Meski jabatannya tak sampai setahun, menteri kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1969 ini memiliki tugas maha berat:
menjaga harga pangan, menjaga stabilitas perdagangan, memiliki beberapa
strategi penting dalam perdagangan, serta melakukan diplomasi agar
Indonesia terbebas dari perdagangan yang tidak adil.
Dengan penunjukkan itu
kini kian sudah jelas siapa menjadi Menteri Perdagangan menggantikan
posisi Gita Wirjawan, yang sempat "menggantung" menunggu jawaban
Presiden SBY. Gita yang menjadi peserta konvensi capres Demokrat itu
mundur sebagai Menteri Perdagangan pada 31 Januari.
Ia mundur karena ingin
fokus dalam pencalonan dirinya sebagai calon presiden konvensi Partai
Demokrat. Gita mengatakan pengunduran dirinya pada akhir Januari lalu
telah direstui. Namun, posisinya sempat "menggantung" selama dua pekan.
Sebelumnya, banyak
kalangan berpendapat calon terkuat pengganti Gita adalah wakilnya di
Kementerian Perdagangan, Bayu Krisnamurthi. Namun belakangan, muncul
nama Muhammad Lutfi, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Ia
dinilai punya segudang pengalaman dan jaringan kuat di dunia
internasional. Pria kelahiran 45 tahun lalu itu juga pernah menjabat
sebagai Duta Besar Indonesia di Jepang.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmanzah mengatakan kepada VIVAnews pada Senin, 10 Februari, mencari pengganti Gita tidak mudah. Banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Selain tindak lanjut dari Rancangan Undang-Undang Perdagangan yang akan segera diimplementasikan, kinerja ekspor juga harus ditingkatkan. Sehingga, tekanan terhadap defisit perdagangan dapat diredam.
Beberapa poin yang menurutnya harus digarap ekstra adalah meningkatkan kinerja ekspor, berkoordinasi dengan kementerian lain, dan melanjutkan rencana-rencana strategis yang telah disusun. “Perlu kapasitas yang pas untuk menjadi penggantinya di sisa kabinet ini," ujarnya.
Anggota Komisi
Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat Hendrawan Supratikno sebelumnya
sempat mengusulkan agar Presiden SBY segera menunjuk pengganti Gita.
Politisi PDI Perjuangan itu, menyarankan agar Presiden mengangkat
pengganti dari kalangan internal Kementerian. "Waktu kerjanya tinggal
sebentar, bisa saja diangkat dari dalam. Kalau orang baru, nanti harus
belajar lagi," katanya.Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Firmanzah mengatakan kepada VIVAnews pada Senin, 10 Februari, mencari pengganti Gita tidak mudah. Banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Selain tindak lanjut dari Rancangan Undang-Undang Perdagangan yang akan segera diimplementasikan, kinerja ekspor juga harus ditingkatkan. Sehingga, tekanan terhadap defisit perdagangan dapat diredam.
Beberapa poin yang menurutnya harus digarap ekstra adalah meningkatkan kinerja ekspor, berkoordinasi dengan kementerian lain, dan melanjutkan rencana-rencana strategis yang telah disusun. “Perlu kapasitas yang pas untuk menjadi penggantinya di sisa kabinet ini," ujarnya.
Selain dari internal, dia mengusulkan agar menteri perdagangan nantinya bisa diambil dari pejabat BKPM. "Kalau rutenya BKPM, maka Mahendra Siregar yang kuat. Tetapi, kalau perdagangan yang dianggap sebagai kunci, Bayu Krisnamurthi adalah figur yang cocok," katanya.
Hendrawan menduga, lamanya penunjukan pengganti Gita karena terkait politik. Untuk itu, mustahil presiden mengambil calon dari eksternal.
Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam mencari pengganti Gita, Presiden SBY juga mempertimbangkan masukan dari Wakil Presiden Boediono. SBY juga mengapresiasi sikap Gita yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah positif mengikuti konvensi calon presiden di Partai Demokrat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan kinerja Kementerian Perdagangan tidak terganggu selama masa transisi. "Ada pembagian tugas Pak Gita dengan wakil menterinya. Itu bagian dari organisasi," kata Hatta.
Sumber: http://fokus.news.viva.co.id/news/read/480511-sby-tunjuk-pengganti-menteri-gita



0 Comments