Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau (13/3). Kabut
asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin
pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus menghimbau kepada seluruh
masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas diluar
ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya.
TEMPO.CO, Pekanbaru -
Setelah dilanda cuaca panas cukup panjang disertai kabut asap,
Pekanbaru akhirnya diguyur hujan pada Sabtu, 15 Maret 2014. Pantauan Tempo, hujan berlangsung cukup lama
dengan intensitas cukup lebat sejak pukul 13.00. "Alhamdulillah,
akhirnya hujan, cukuplah untuk menghilangkan asap," ujar Syaiful, warga
Jalan Suka Karya Pekanbaru.
Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru
menyatakan memang ada potensi hujan turun di sejumlah wilayah Riau.
Menurut pemantauan satelit, ada pertumbuhan awan di Riau bagian barat,
timur, dan selatan. "Pada ketinggian 850 MB ada kelembapan, begitu juga
pada ketinggian 500 MB masih lembap," kata analis dari BMKG Pekanbaru,
Sanya Gautami, di Posko Penanggulangan Bencana Asap, Pangkalan Udara
Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Sabtu, 15 Maret 2014.
Sanya menyebutkan ada potensi hujan ringan di wilayah Kampar, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi. "Namun masih bersifat lokal," katanya. Pertumbuhan awan itu turut membantu upaya modifikasi cuaca hujan buatan.
Karena
itu, ia melanjutkan, tingkat kebakaran lahan di Riau bakal menurun
seiring dengan adanya potensi hujan. Namun potensi kebakaran masih ada
di wilayah Riau bagian pesisir, seperti Bengkalis. Menurut dia,
angin bergerak dari utara ke timur dengan kecepatan 6-18 kilometer per
jam sehingga bencana asap masih mengganggu Sumatera Barat.
Menurut Wakil Komandan Satgas Pemadaman Api
Operasi Udara Letnan Kolonel Prasetya Halim, pertumbuhan awan juga
terlihat di bagian utara dan barat Pekanbaru. Maka operasi modifikasi
cuaca saat ini difokuskan pada wilayah Pekanbaru dengan penyemaian garam
(NHCL) sebanyak 5 ton. "Hingga kini proses hujan buatan sudah menebar
garam 7,9 ton di langit Riau," katanya.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/03/15/058562482/Hujan-Halau-Kabut-Asap-Riau



0 Comments