JAKARTA - Maraknya praktik
politik uang dalam pelaksanaan kampanye di pemilu 2014, harus menjadi perhatian publik dalam menentukan pilihan.
Menurut
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Pemilu dan Demokrasi
(Perludem) Titi Anggraeni, bentuk politik uang yang masih marak
merupakan refleksi dari rasa ketidakpercayaan diri dari peserta pemilu
untuk bisa menang dengan cara yang jujur.
"Jadi menangnya dengan uang dan korupsi, itu menggambarkan akan jadi apa mereka kelak," kata Titi kepada
Okezone, Senin (7/4/2014).
Bahkan, sambung Titi, calon anggota legisatif (caleg) yang seperti
ini
merupakan bibit dari koruptor, karena sejak awal saja mereka sudah
melakukan perbuatan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri. "Potensi
korupsinya sangat besar, karena belum apa-apa, mereka sudah korupsi,"
tegasnya.
Titi menambahkan, selain perlu ada tindakan tegas dari
Bawaslu, partai politik yang menaungi caleg, harus bertindak dengan
berpolitik secara berintegritas, dan bisa menjadi contoh untuk
mempelopori dan memotori tolak politik uang. "Karena kan sekarang hampir
tidak kita dengar," terangnya.
Sumber: http://pemilu.okezone.com/read/2014/04/08/568/966889/ini-ciri-ciri-caleg-yang-bakal-jadi-koruptor
0 Comments