![]() |
| Joko Widodo Presiden RI Ke 7 |
BeritaSeharian.com Tepat pukul 10.26 WIB, Joko Widodo mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia. Di hadapan 672 anggota MPR dan ratusan undangan lainnya, Jokowi dengan khidmad mengucapkan sumpah itu, “Demi Allah...” Selepas pengucapan sumpah presiden, selanjutnya disusul dengan pengucapan sumpah oleh Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Pengucapan sumpah pada acara pelantikan presiden dan wakil presiden, 20 Oktober 2014, di Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, itu merupakan moment penting dalam prosesi itu. Usai pengucapan sumpah, Ketua MPR Zulfili Hassan, sebagai pemimpin Sidang Paripurna MPR, mengatakan, “Mulai saat ini saudara Joko Widodo dan Jusuf Kalla adalah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.”
Sejak pagi, sekitar 08.00 WIB, para anggota MPR mulai berdatangan ke Gedung Nusantara. Mereka hadir untuk mensukseskan acara itu. Tak hanya anggota MPR yang berada di gedung itu para mantan presiden dan wakil presiden juga hadir. Mereka seperti B. J Habibie, Megawati Sukarnoputri, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz. Menarik menjelang acara saat calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, datang secara bersamaan. Kedatangan mereka disambut dengan tepuk tangan gemuruh dari para anggota dan tamu undangan lainnya.
Seperti acara pelantikan presiden sebelumnya, kepala negara dan kepala pemerintahan negara sahabat juga memenuhi kursi yang disediakan. Mereka yang hadir adalah Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razzak, Presiden Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Australia Tonny Abbot, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Sultan Brunai Hassanal Bolkiah, Menteri Luar Neger Amerika Serikat John Kerry.
Tepat pukul 10.00 WIB, Zulkifli Hassan membuka sidang. Dikatakan, pada hari itu merupakan momentum yang menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanan bangsa yaitu terjadinya peralihan kekuasaan secara damai dan bermartabat. “Kami yakin rakyat Indonesia di seluruh pelosok tanah air bahkan di seluruh dunia tengah menyaksikan prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden,” ujarnya.
Zulkifli menyatakan syukur sebab bangsa ini mampu melaksanakan pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Hal demikian disebut Indonesia mampu melaksanakan demokrasi yang semakin baik. “Kita bangga memiliki demokrasi khas Indonesia yakni demokrasi Pancasila,” paparnya. Dalam acara yang mengakhiri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden itu, Zulkifli memuji SBY.
Pramdia Arhando
Foto :



0 Comments