BERITASEHARIAN – Pelatih Anyar Schalke, Roberto Di
Matteo bungkam karena media menganggap pertemuan Schalke dengan Chelsea adalah sebuah ajang balas dendam setelah
dirinya dilengserkan dari kursi kepelatihan Chelsea. Kedua tim akan bertemu
dalam penyisihan Liga Champions Grup G, Selasa (25/11) atau Rabu dini hari WIB.
Pria
berkebangsaan Italia tersebut pernah mengantar Chelsea menjuarai Liga Champions
2011/12 sebagai pelatih sementara setelah menggantikan Andre Villas Boas. Musim
berikutnya, dia diangkat menjadi pelatih tetap dan dikontrak dua tahun.
Namun
Roberto Di Matteo kemudian dipecat hanya empat bulan setelah ditunjuk sebagai
pelatih utama tim biru London tersebut. Saat itu Chelsea mencatat sejarah buruk
menjadi klub pertama yang memegang gelar juara Liga Champions namun tersisih di
babak grup Liga Champions.
Stadion Veltins Arena nanti akan menjadi
pertemuan pertamanya dengan “The Blues” setelah didepak. Namun dia menekankan
jika fokusnya saat ini hanyalah meloloskan Schalke ke babak 16 besar.
“Sejujurnya,
saya tak memikirkan tentang Muenchen 2012 (final Liga Champions 2012),”
ujarnya. “Saya orang yang lebih suka melihat ke depan tidak menengok ke
belakang. Saya hidup di masa sekarang, meski banyak orang selalu mengingatkan
saya pada pertandingan itu,” ujar pelatih berusia 44 tahun ini.
“Saya
menghabiskan beberapa tahun di Chelsea dan masih mengenal banyak orang yang
bekerja di sana juga para pemainnya. Namun itu lebih kepada hubungan pribadi
dan tak berhubungan dengan pekerjaan saya,” papar pelatih berkebangsaan Italia
ini.
“Melawan
Chelsea, kami akan fokus pada tugas kami, tak ada yang lain. Saya juga sama
sekali tak memikirkan balas dendam. Saya melewati masa yang indah bersama
orang-orang yang hebat di Chelsea,” kata Di Matteo lagi.
Setelah
sebelumnya dilaga pertama pertemuan Chelsea bertemu Schalke hanya berakhir
dengan skor imbang 1-1, dan “The Blues” menempati posisi puncak klasemen
sementara di Grup G, diikuti oleh Schalke, Sporting Lisbon, dan NK Maribor.
Sumber :
Goal



0 Comments