![]() |
| Candi Cetho / Tomy |
Candi Cetho berlokasi di lereng barat
Gunung Lawu, tepatnya di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar,
Propinsi Jawa Tengah ini berada di ketinggian 1496 meter dari permukaan laut.
Candi Cetho berlatar belakang agama Hindu. Pola halamannya berteras dengan
susunan 13 teras meninggi kea rah puncak.
![]() |
| Candi Cetho / Tomy |
Untuk menuju candi Cetho dari kota Solo,
terlebih dahulu kita menggunakan angkutan ke terminal Karangpandan. Setelah itu
menuju pasar Kemuning menggunakan angkutan desa. Sesampai di sana, perjalanan
dilanjutkan menggunakan ojek dikarenakan jalur jalannya lebih mudah dilewati
dengan sepeda motor dan juga belum adanya
angkutan yang langsung menuju candi Cetho.
![]() |
| Candi Cetho / Tomy |
Sampai saat ini candi Cetho masih sering
didatangi oleh para peziarah yang ingin melakukan pemujaan ataupun pertapaan.
Jadi jangan heran bila memasuki kawasan candi Cetho, akan tercium aroma dupa
yang cukup menyengat dan banyak ditemui juga sesajen di beberapa lokasi.
Terkadang kabut tiba-tiba muncul menyelimuti candi Cetho dan kemudian hilang
begitu saja menambah kesan misterius candi Hindu ini.
![]() |
| Candi Cetho / Tomy |
Candi Cetho dibuka mulai pukul 07.00 –
17.00 WIB. Para pengunjung diwajibkan mengenakan kain kampuh yang sudah
disediakan oleh pengelola. Untuk wanita yang sedang haid sebaiknya tidak
memasuki area candi. Udara sejuk penggunungan menjadi teman setia di kala
mengelilingi kawasan candi.
Saat memasuki kawasan candi, pengunjung akan disambut patung penjaga yang berada di depan gapura yang tampak gagah walaupun diselimuti kabut. Pada gapura teras ke VII terdapat prasasti dengan huruf Jawa kuno yang berbunyi “Pelling padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku 1397”, yang dapat ditafsirkan peringatan pendirian tempat peruwatan atau tempat untuk membebaskan dari kutukan dan didirikan tahun 1397 Saka (1475 M). Pada kawasan candi terdapat arca phallus (kelamin laki-laki) yang bersentuhan dengan arca berbentuk vagina (alat kelamin wanita).
Ada juga arca garuda dan kura-kura yang diwujudkan
dengan susunan batu di atas tanah membentuk kontur burung yang sedang
membentangkan sayap.
________________________________________
Penulis : Tomy
Foto : Tomy








1 Comments
Indah sekali ya Candi Cetho ini ... Kalau kendaraan pribadi bisakah langsung parkir di dekat candi ?
ReplyDeleteTerima kasih.
Salam Lestari,
Panduan Wisata Indonesia