| Family |
Beritaserharian.com - Kesibukan orangtua kerap menjadikan quality time bersama keluarga hanya terjalin di akhir pekan. Padahal, menjalin kebersamaan dengan keluarga perlu diperkuat setiap hari agar hubungan orangtua dan anak semakin harmonis.
Kurangnya kedekatan antara orangtua dan anak dapat menghasikan fenomena “Alone Together” alias asyik dengan kesibukan masing-masing walau secara flsik dekat satu sama lain. Untuk mencegahnya, ikuti beberapa tips berikut.
1. Menjadi pendengar yang baik
Selelah apapun Anda sepulang kerja, sempatkanlah mendengar kan cerita si kecil mengenai
aktivitasnya hari ini. Jadilah pendengar yang baik, hindari memotong ucapan anak atau banyak melontarkan komentar yang terkesan menggurui. “Hindari terlalu banyak berkomentar yang membuat anak merasa dimarahi, karena akan membuat anak enggan curhat kepada orangtua. Jika ini terjadi, anak akan lebih nyaman untuk curhat kepada teman-temannya,” tutur psikolog anak, Efnie Indiranie, M.Psi.
2. Sarapan / Makan Malam Bersama
selalu sarapan bersama setiap pagi. Sharing cerita di pagi hari bisa mengawali hari kalian menjadi lebih baik. Apabila tidak sempat, kalian bisa makan malam bersama di rumah. Momen ini sangat tepat untuk menceritakan berbagai pengalaman yang telah terjadi seharian sehingga kalian bisa bertukar pikiran dengan keluarga.
3. Manfaatkan kreativitas
Belajar tak hanya dapat dilakukan di sekolah. Anda juga dapat
ajak si kecil belajar bersama sambil bermain. Berkreasi sambil mencoba eksperimen ilmiah sederhana juga dapat menjadi aktivitas
Kurangnya kedekatan antara orangtua dan anak dapat menghasikan fenomena “Alone Together” alias asyik dengan kesibukan masing-masing walau secara flsik dekat satu sama lain. Untuk mencegahnya, ikuti beberapa tips berikut.
4. Tetapkan Satu Hari Bersama Keluarga
Waktu berkualitas bersama keluarga tak selalu menguras dompet. Usahakan dalam satu minggu ada satu hari yang menjadi waktu luang bersama keluarga. Tidak harus full seharian, misalnya Sabtu malam kita dapat menonton TV atau DVD bersama keluarga atau olahraga dan masak bersama si Minggu pagi.
5. Menjadi sahabat bagi anak
Amat penting untuk menjadi kebersamaan keluarga di tahapan 12 tahun pertama di hidup anak, karena dapat membantu anak tumbuh sebagai pribadi dewasa yang penuh kasih sayang.
“Anak yang kurang dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi sosok yang selalu mencoba mencari perhatian dari orang lain dan cenderung posesif pada pasangan. Hal ini terjadi karena dia kurang perhatian dari keluarga,” papar Efnie.
Salah satu ciri anak yang kurang kasih sayang dari orangtua ialah saat anak merasa bebas dan merdeka saat orangtua tidak di rumah. Di situlah semestinya orangtua mulai memperbaiki kebersamaan dengan anak-anak, dimulai dari menggunakan bahasa yang baik dan menjadi sahabat bagi anak.
“Saat anak menelpon hanya untuk menanyakan kapan Anda pulang kerja dan mengungkapkan kerinduannya, itu menjadi salah satu indikator kesuksesan orangtua dalam menjalin kebersamaan dengan anak,” tandas Efnie.
_________________________________
Psikolog Anak, Efnie Indiranie, M.Psi.
NS Magazine


1 Comments
Bagus......
ReplyDelete