TEMPO.CO, Jakarta
- Wakil Gubernur Banten Rano Karno akhirnya mencurahkan isi hatinya.
Ditemui saat membuka pameran karya perupa Banten "Ieu Kula: Mata Batin
Banten" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa malam, 22 Oktober
2013.
Rano tampil di podium menggantikan Gubernur Banten Ratu
Atut Chosiyah yang berhalangan hadir. Saat ini Atut sedang dirundung
cekal terkait perkara adiknya, Tubagus Chaeri Wardana, yang ditahan
komisi antirasuah.
"Selama 1,5 tahun saya tertekan, jiwa saya beku. Malam ini, mengalir kembali," ujar Rano disambut tepuk tangan hadirin.
Mengenakan
batik merah bermotif dan kacamata berbingkai hitam, Rano tampak lebih
segar. Dia merasa senang bisa bertemu para seniman dan perupa setelah
berkutat 1,5 tahun sebagai seorang birokrat. Menurut dia, saat ini 10
persen jiwa seninya masih bersemayam, dan aktor kawakan yang popular
lewat Si Doel Anak Sekolahan ini merasa terpanggil untuk memperhatikan seniman di Banten.
Rano juga merasa prihatin karena
di Banten perhatian pemerintah terhadap seni budaya nyaris tidak ada.
"Di Banten tidak ada museum, padahal ini penting," kata Rano. "Saat saya
di Amsterdam, Belanda, Marching Band Gita Sorosowan meraih medali emas.
Dan saat saya berkunjung ke museum dan di sana ternyata literatur tentang Banten ada, kenapa kita justru tidak punya?"
Karena
itu, Rano merasa punya tanggung jawab untuk memajukan seni budaya
Banten termasuk mendirikan museum, galeri bagi perupa, dan amfiteater
untuk pertunjukan.
"Di dekat Gedung Dewan ada tempat. Ketika
saya tanya tempat apa itu?" kata Rano. "Katanya taman apresiasi untuk
demonstrasi. Siapa yang mau demo panas kerontang begitu. Insya allah, tahun 2014 kalau mampir tempat itu sudah diubah menjadi amfiteater untuk kegiatan budaya."



0 Comments