Merdeka.com - Briptu Wawan, anggota Brimob yang menembak mati
Bachrudin, diketahui sering memamerkan senjata api miliknya kepada
petugas keamanan Kompleks Seribu Ruko Taman Palem, Cengkareng, Jakarta
Barat. Selain itu, Wawan juga suka mempertunjukkan aksinya memutar
senjata api jenis revolver kaliber 38 miliknya di warung jamu, tempat
dia biasa nongkrong.
"Kalau lagi nongkrong, dia suka tuh nunjukin
pistolnya. Dia juga suka muterin pistolnya di depan anak-anak," kata
Arydian, salah seorang petugas keamanan saat ditemui di lokasi, Rabu
(6/11).
Menurut Arydian, saat mabuk, Wawan juga sering
menodongkan senjata apinya ke petugas keamanan jika menolak diajak minum
anggur merah. Wawan diketahui sering minum di warung jamu yang hanya
berjarak 15 meter dari lokasi penembakan.
"Dia cuma nakut-nakutin. Tapi kan ngeri juga kalau sampai meletus," ujarnya.
Seperti
diketahui, korban tewas di lokasi setelah sebuah peluru menembus dari
dada kiri hingga tembus ke punggung. Penembakan sendiri terjadi sekitar
pukul 19.30 WIB.
Sebelumnya, Briptu Wawan mengaku bahwa saat itu
dirinya tengah melaksanakan tugas pengamanan. Rupanya, pengamanan
tersebut dilakoninya secara tidak resmi alias ilegal.
"Dia
diminta oleh koordinator sekuriti setempat untuk membantu mengawasi
satpam di sana (di komplek Seribu Galaxi No 30-31, Blok L, Perumahan
Palem, Cengkareng, Jakarta Barat). Itu tidak resmi," tegas Kabid Humas
Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/11).
Merdeka.com



0 Comments